Rabu, 16 Mei 2012

 Ahok: Kalau Mau Bebas Macet, Naik Angkutan Umum
 
Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok ketika berdiskusi dalam kunjungannya ke newsroom Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (17/4/2012). Lelaki asal Belitung ini berpasangan dengan bakal calon gubernur Joko Widodo (Jokowi) maju di Pilkada DKI Jakarta.
HEADLINE NEWS, JAKARTA — Untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok, tetap mengandalkan optimalisasi angkutan umum.
Hal tersebut disampaikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seusai acara silaturahim pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) dengan KPU Provinsi DKI Jakarta, Panwaslu, dan Kepala Polda Metro Jaya di Mainhall Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/5/2012).
"Itu sederhana aja. Pertama, soal macet kan datangnya dari jalur lambat, jalur lambat kan diisi dengan motor dan bus-bus yang ngetem-ngetem. Maka, seluruh pemilik izin trayek itu harus dibikin konsorsium, kami sediakan bus yang baik kepada mereka dan kami bayar mereka per kilometer jalan. Sopirnya pun dapat komisi per kilometer. Dengan demikian mereka enggak mau ngetem. Setiap mereka ngetem, mereka rugi. Lalu kami pasang CCTV di terminal; kalau mereka ngetem di terminal, kami akan pecat dia," katanya.
Ahok mengatakan, untuk menggunakan angkutan umum, terutama bus non-AC, penumpang cukup membayar Rp 60.000 per bulan. Jadi, dengan Rp 60.000 per bulan, orang bebas naik bus. Untuk optimalisasi transjakarta, Ahok menjelaskan bahwa penumpang cukup membayar Rp 300.000 per bulan.
"Dari feeder semua cuma bayar Rp 300.000, orang bebas menggunakan busway. Itu pasti bus busway-nya bisa tiap 3-5 menit ada. Kalau agak padat, 7 menit-8 menit. Pasti orang akan pindah," ucapnya.
Mengenai kereta api, Ahok mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa menyalahkan PT Kereta Api yang tidak mau menambah kereta. "Kalau setiap sepuluh menit ada kereta lewat pakai tutup palang, kita enggak akan berani lewat, maka kita perlu membangun subway dan flyover untuk kereta," kata Ahok.
Ketika ditanyakan mengenai tingkat keberhasilannya, Ahok yakin program tersebut akan sukses. "Pasti jalan, itu pasti jalan," katanya.
Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ahok mendapat nomor urut 3 dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, pada Rabu, 11 Juli 2012.
Berikut adalah urutan cagub-cawagub DKI Jakarta:
1. Fauzi Bowo-Nackrowi Ramli
2. Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria
3. Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama
4. Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini
5. Faisal Basri-Biem Benjamin
6. Alex Noerdin-Nono Sampono

Selasa, 15 Mei 2012

 Inilah Janji-janji Cagub-cawagub Soal Kesehatan
 
 Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta (dari kanan ke kiri), Biem Benjamin, Faisal Basri, Hidayat Nur Wahid, Basuki Tjahaja Purnama, dan Hendardji Soepandji, saat mengikuti Debat Program Kesehatan di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2012).
JAKARTA - Jakarta yang memiliki 11 fakultas kesehatan ternyata dicatat sebagai provinsi yang paling tinggi jumlah pengidap HIV/AIDS dan tuberkulosis. Untuk itu pemimpin DKI Jakarta ke depan harus bisa menjawab tantangan ini agar Jakarta dan warganya selalu sehat jiwa dan raga.

Untuk menjawab tantangan itu, empat dari enam pasang calon gubernur dan wakil gubernur mengatakan akan meningkatkan anggaran kesehatan menjadi 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Tekad peningkatan anggaran kesehatan itu muncul dalam debat publik mengenai kesehatan yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), di Kampus Salemba, Jakarta, Senin (14/5/2012).

Dalam debat itu, kandidat yang datang adalah Hendardji Soepandji, Basuki Tjahaja Purnama, Hidayat Nur Wahid, dan Faisal Basri. Dua calon lain, yakni Fauzi Bowo dan Alex Noerdin, tidak hadir.

Hadir sebagai panelis, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof Firman Lubis, Direktur Utama RS Cipto Mangunkusumo Prof Akmal Taher, dan mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia dr Fahmi Idris.

Hendardji, yang mendapat kesempatan pertama untuk memaparkan program kesehatan, mengatakan, kesehatan Jakarta akan berhasil bila mental warga Jakarta juga sehat. Untuk itu, ruang terbuka hijau harus dibangun hingga 30 persen dari luas Jakarta. Dari 30 persen itu, 10 persen ruang terbuka hijau berupa taman kota di mana warga Jakarta bisa melepaskan penat dan bersantai agar tidak stres.

”Kami juga akan meningkatkan anggaran kesehatan hingga 10 persen yang ditujukan untuk program peningkatan kesehatan berbasis masyarakat. Basis masyarakat di sini artinya masyarakat sadar akan kebersihan diri sendiri dan kebersihan lingkungan di sekitarnya,” ujar dia.

Untuk menjaga kesehatan lingkungan, Hendardji juga akan menyediakan kapsul khusus untuk merokok di tempat umum. Warga yang terbukti merokok di luar kapsul khusus itu akan diberikan sanksi tegas.

Basuki Tjahaja Purnama atau sering disapa Ahok memaparkan, seluruh warga DKI Jakarta akan diasuransikan kesehatannya. ”Akan ada tiga kartu, yakni platinum, gold, dan silver. Dengan kartu asuransi ini, pasien bisa segera mendapatkan layanan kesehatan,” kata dia.

Kartu platinum akan diberikan kepada warga yang layanan kesehatannya ditanggung 100 persen oleh asuransi, gold ditanggung separuh, dan silver sebagian kecil. ”Awalnya pemerintah yang akan menanggung preminya. Namun, perlahan warga juga akan ikut membayar premi asuransi. Dengan demikian warga pun ikut bertanggung jawab akan kesehatan dirinya,” kata Ahok.

Ahok mengatakan, dia sudah beberapa kali bertemu dengan buruh atau masyarakat yang berpenghasilan tetap. ”Mereka bersedia membayar asuransi kesehatan asalkan sifatnya tetap dan terjangkau,” kata dia.

Selain itu, Ahok juga mengatakan, akan mengatur agar masyarakat tinggal dalam superblok yang dilengkapi pasar dan puskesmas yang melayani rawat inap. ”Sering kali layanan kesehatannya terjangkau, tetapi tidak bisa diakses karena biaya transportasi yang mahal. Jadi kami akan menempatkan puskesmas sedekat mungkin dengan masyarakat,” kata Ahok.

Hidayat mengatakan, tingkat kesehatan warga Jakarta juga tergantung pada upaya preventif agar angka kesakitan menurun. ”Selama ini anggaran preventif Rp 150 miliar. Jumlah ini akan kami tingkatkan menjadi Rp 300 miliar. Sedangkan total anggaran kesehatan bagi keluarga miskin dan tidak mampu yang mencapai Rp 600 miliar akan ditingkatkan menjadi Rp 1 triliun,” jelasnya.

Selain itu, juga akan dilakukan penguatan terhadap ketua RT dan RW agar bisa mengambil langkah yang cepat dan tepat apabila ada warganya yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Senada dengan Ahok, Faisal Basri mengatakan akan memberikan asuransi kesehatan kepada warga Jakarta. ”Pemerintah itu seharusnya hanya mengatur. Dia tidak boleh mengelola agar tidak ada korupsi. Dengan jaminan kesehatan daerah seperti Gakin, membuat pemerintah bukan hanya menjadi regulator, melainkan juga eksekutor. Biarkan asuransi yang mengelola kesehatan,” tegas Faisal.

Faisal juga mengatakan akan meningkatkan 27 dari 44 puskesmas kecamatan untuk bisa memberikan layanan rawat inap. Dengan demikian, puskesmas akan membantu rumah sakit dalam menangani pasien yang sakitnya parah dan tidak bisa ditangani puskesmas.

Keempat kandidat itu pun sepakat untuk meningkatkan kesejahteraan dokter yang masih berstatus pegawai tidak tetap, tetapi memberikan layanan yang baik di puskesmas.

Pengamanan melekat

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin siang, menegaskan, semua calon gubernur dan wakil gubernur sudah mendapat pengawalan melekat sejak dinyatakan lolos seleksi dan ditetapkan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

”Setiap orang akan dikawal polisi yang melekat selama 1 kali 24 jam. Satu calon satu polisi. Namun, polisinya bukan satu orang itu saja. Dalam 1 kali 24 jam ada tiga kali pergantian polisi yang menjaga calon tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, selain telah melakukan pengawalan melekat kepada setiap calon, Polda Metro juga sudah melakukan pengamanan dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan proses Pilkada DKI Jakarta.

Senin, 14 Mei 2012

 Faisal Basri Prihatin Cagub 'Kotori' Jakarta
 
 Cagub Faisal Basri bersama wakilnya Biem Benjamin memperlihatkan nomor urut yang didapatkannya di acara penentuan dan penetapan nomor pasangan Cagub dan Cawagub Pilkada DKI Jakarta di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/5/2012). Pasangan Faisal-Biem mendapatkan nomor urut lima pada Pilkada DKI Jakarta.
JAKARTA - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Enam pasang calon gubernur berlomba-lomba memperkenalkan diri kepada calon pemilihnya dengan berbagai cara, termasuk dengan menempel stiker dan spanduk-spanduk di sudut kota sehingga membuat kesan kotor. Hal tersebut membuat Calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Faisal Basri, prihatin.
"Kemarin-kemarin kan ada satu tuh yang ngotorin kota, sekarang sudah tiga yang ngotorin kota di mana-mana belakangan saya lihat," ujarnya saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com bersama pasangannya, Biem Benjamin, Kamis (10/5/2012).
Selama masa pencalonannya ini, Faisal mengaku kerap ditawari oleh pihak tertentu untuk membuat stiker dan spanduk secara gratis. Pihak tersebut pun secara sukarela menempelkan sendiri di kampung-kampung, di jalan-jalan dan fasilitas publik lainnya. Namun dengan tegas Faisal tak setuju dengan cara demikian.
"Ada yang mau nyumbang Rp 147 juta untuk mem-Faisal-Biem-kan kampung-kampung, saya tolak aja. Jadi dia yang nyetak, dia yang nempel. Dalam hati saya ngeri juga ini ngeliat suasana ini. Ah nggak deh, kami nggak mau menambah kotoran-kotoran itu," katanya.
Ekonom Universitas Indonesia itu mengatakan, dirinya dan timnya tidak mempersiapkan cara-cara pengenalan kepada masyarakat yang demikian. Ia telah mempersiapkan cara yang lebih elegan untuk memperkenalkan diri serta mengungkapkan visi-misinya kepada masyarakat Ibu Kota, yaitu melalui iklan di televisi, sosial media dan turun langsung ke masyarakat.
"Ya, karena itu yang termurah, terlepas dengan tingkat efektif atau nggaknya ya. Yang kami siapkan spanduk yang bisa dicopot-copot kalau ada temu warga di suatu tempat bisa dipindah-pindah, orang tahu itu kok spanduknya ini lagi ini lagi," kata Faisal Basri yang berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com bersama pasanganya, calon wakil gubernur Biem Benjamin dan tim suksesnya.

Jumat, 11 Mei 2012

 Didik: Warga Miskin Semakin Miskin Pendidikan dan Ketrampilan
 
 Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PKS Didik J Rachbini.
JAKARTA - Walaupun dana pendidikan yang dianggarkan APBN sudah cukup besar, alokasi anggaran belum membantu warga miskin untuk mengakses pendidikan dan keterampilan yang memadai. Dampaknya adalah gap yang melebar antara warga kaya dan warga miskin.
"Warga miskin semakin miskin pendidikan dan keterampilan. Akibatnya, hidup mereka semakin terpinggirkan," ujar Didik J Rachbini .
Didik menguraikan, penduduk dari golongan kurang mampu biasanya memiliki akses yang terbatas terhadap fasilitas pendidikan dan keterampilan. Sekolah-sekolah negeri yang bebas biaya belum bisa menampung anak-anak dari golongan kurang mampu.
"Sebagian besar dari mereka terpaksa harus menempuh pendidikan di sekolah-sekolah swasta yang tidak gratis," kata Didik.
Itupun bukan sekolah swasta dengan fasilitas memadai yang bisa diakses mereka. Kehadiran Sekolah-sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan rintisannya (RSBI) ikut menyulitkan akses pendidikan berkualitas bagi mereka yang miskin. Pasalnya, sekolah-sekolah berstatus SBI dan RSBI menerapkan standar biaya yang jauh dari jangkauan mereka.
Didik mengakui, pendidikan berkualitas tidak murah. Namun, menurut pengamat ekonomi ini, pada titik inilah faktor perhatian pemerintah sangat menentukan. Pemerintah bisa berperan membuka akses bagi kaum miskin, misalnya melalui alur penyaluran dana pendidikan maupun melalui program beasiswa.
"Pemerintah bisa menyalurkan dana pendidikan juga ke sekolah-sekolah swasta non SBI atau RSBI. Pemerintah juga bisa upayakan anak-anak berprestasi dari kalangan kurang mampu belajar di sekolah unggulan maupun perguruan tinggi," urai bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid.
Profesor ekonomi dari kalangan biasa ini ingin siswa-siswa berprestasi lainnya juga bisa menjangkau pendidikan hingga tingkat tertinggi atau mendapatkan bekal keterampilan kerja yang memadai sebelum terjun ke dunia kerja. Karena itu, pihaknya berjanji akan memprioritaskan perhatian pada program pendidikan dan keterampilan bila terpilih memimpin Jakarta.
"Pendanaan bisa dengan kerja sama dengan pihak swasta atau dengan BUMN/BUMD melalui program CSR atau PKBL," urai Didik.
Ia juga menilai penting diadakannya pelatihan keterampilan khusus bagi lulusan SMA atau perguruan tinggi secara gratis sebelum memasuki dunia kerja. Dengan cara itulah, anak-anak dari keluarga kurang mampu akan memiliki akses kepada pendidikan dan keterampilan. Dengan cara demikian, mereka bisa keluar dari kungkungan kemiskinan.

Kamis, 10 Mei 2012

Inilah Alternatif Jalur Saat "Car Free Day"
 
 Akibat gerimis, pelaksanaan car free day di Jalan Letjend Suprapto, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2012), hanya berlangsung hingga pukul 10.30.
JAKARTA - Sehubungan penerapan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) dengan pola baru, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan jalur alternatif bagi pengguna jalan. Mengingat akses kendaraan bermotor hanya dibuka di jalur lambat sekitar Semanggi saja.
"Dari SCBD sampai Karet tetap dibuka sedikit untuk para pengendara," kata Pristono, di Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Sementara selepas itu, jalur lambat tertutup untuk kendaraan bermotor tiap hari Minggu pada pukul 06.00-11.00 WIB. Dengan demikian, jalur lambat tersebut hanya diperuntukkan untuk pejalan kaki.
Berikut ini jalur alternatif yang telah disediakan untuk pengendara kendaraaan bermotor untuk menghindari Jalan Sudirman-Thamrin, yaitu :
Alternatif dari Selatan - Utara
1. Dari Sisi Barat : Jalan Sultan Iskandar Muda - Jalan Pakubuwoni - Jalan Asia Afrika - Jalan Gerbang Pemuda - Jalan Gatot Subroto - Jalan Jenderal Soedirman (jalur lambat) - Jalan Bendungan Hilir - Jalan Karet Pasar Baru Barat - Jalan KH Mas Mansyur - Jalan Abdul Muis - Jalan Majapahit - dst.
2. Dari Sisi Timur : Jalan Panglima Polim - Jalan Sisingamangaraja - Jalan Trunojoyo - Jalan Senopati - Jalan Kapten Tandean - Jalan HR Rasuna Said - Jalan HOS Tjokroaminoto - Jalan Menteng Raya - Jalan Medan Merdeka Timur - dst.
Alternatif dari Utara - Selatan
1. Sisi Barat : Jalan Medan Merdeka Utara - Jalan Abdul Muis - Jalan Mas Mansyur - Jalan Karet Pasar Baru Barat - Kalan Penjernihan - Jalan Tentara Pelajar - Jalan Teuku Nyak Arief - Jalan Sultan Iskandar Muda - dst.
2. Sisi Timur : Jalan Lapangan Banteng - Jalan Medan Merdeka Timur - Jalan Menyeng Raya - Jalan Sam Ratulangi - Jalan HOS Tjokroaminoto - Jalan HR Rasuna Said - Jalan Kapten Tandean - Jalan Walter Monginsidi - Jalan Trunojoyo - dst.

Rabu, 09 Mei 2012

KPU: Kampanye Hitam Bisa Batalkan Hasil Pemilu
 Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Dahliah Umar
JAKARTA — Jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur atau Pilgub DKI Jakarta yang akan berlangsung 11 Juli mendatang, suhu politik di Ibu Kota kian memanas. Dalam beberapa hari terakhir, tudingan kampanye hitam atau black campaign justru marak dan menimpa para bakal calon gubernur  dan calon wakil gubernur DKI periode 2012-2017. Sayangnya, karena belum ditetapkan sebagai pasangan cagub-cawagub oleh Komisi Pemilihan Umum  DKI, Panitia Pengawas Pemilu  pun tak bisa menjerat pelaku dengan UU Pemilu.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Ramdansyah mengatakan, saat ini pasangan bakal calon gubernur  dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) yang terbukti melakukan kampanye hitam tidak bisa dijerat dengan UU Pemilu lantaran belum ditetapkan sebagai pasangan cagub-cawagub. Meski demikian, Panwaslu menegaskan,  para bakal cagub-cawagub hendaknya  dapat menjaga etika politik.
"Yang perlu diketahui, pasangan calon jika terbukti melakukan kampanye hitam atau pelanggaran lainnya bisa dijerat dengan undang-undang yang lain, seperti hukum pidana," ujar Ramdansyah, saat ditemui di Balaikota DKI, Selasa (8/5/2012).

Jika pasangan calon merasa dirugikan, menurut Ramdan, bukan tidak mengkin dia akan menjeratnya dengan pasal pencemaran nama baik. Oleh karena itu, Udang-Undang Hukum Pidana harus tetap diperhitungkan. "Dalam pemilu itu artinya bukan semuanya serba boleh dan serba dilarang. Tentu ada batas-batas yang wajib diperhatikan," katanya.

Dengan adanya kampanye hitam ini, tentu berpengaruh terhadap suhu politik di Ibu Kota. Bahkan, akibatnya banyak pihak yang akan dirugikan, termasuk masyarakat. "Ada orang yang dirugikan. Kegiatan kampanye hitam tidak bisa ditarik dengan undang-undang pemilu, tetapi bisa dengan undang-undang lain," katanya.

Meski demikian, Panwaslu mengimbau bakal pasangan calon yang merasa dirugikan bisa melakukan pengaduan meski belum ditetapkan oleh KPU DKI. Hal ini perlu dilakukan agar kampanye hitam tidak terulang saat para bakal calon ditetapkan menjadi cagub-cawagub.

Ketua KPU DKI Dahliah Umar mengatakan, pihaknya tidak bisa menjerat pasangan bakal calon yang terbukti melanggar karena belum ditetapkan sebagai pasangan cagub-cawagub. "Jika korban bisa menemukan pelaku dan terbukti, tentu bisa diproses pidana umum. Karena ini mencemarkan nama baik atau melakukan penghasutan atau penghinaan," kata Dahliah.

Menurut Dahliah, jika pihaknya menemukan unsur kampanye hitam yang dilakukan secara teroganisasi,  hal itu tentu bisa membatalkan hasil pemilu meski pasangan calon tersebut memenangi pemilu.
"Banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan kemenangan pasangan calon dibatalkan atau ditindaklanjuti dengan penghitungan suara ulang. Dengan alasan politik uang atau black campaign secara masif yang menyebabkan itu dianggap MK (Mahkamah Konstitusi) bisa memengaruhi pemilih," katanya.

Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas), Alfan Alfian, mengatakan, kampanye hitam merupakan suatu fenomena dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu), baik dalam pemilihan gubernur (pilgub) maupun pemilihan presiden (pilpres). Hanya saja, dirinya menganggap, cara-cara seperti ini tidak mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik.

OLeh karena itu, meski kampanye hitam selalu menghantui saat pelaksanaan pemilu, dia meminta  masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh. Terlebih, masyarakat Ibu Kota sudah sangat cerdas dalam berdemokrasi dan berpolitik. "Cara-cara kampanye hitam tidak laku lagi bagi masyarakat Jakarta," katanya.

Kampanye hitam, kata Alfian, berbeda dengan kampanye negatif. Kampanye hitam dilakukan oleh pihak luar dan tidak bertanggung jawab dengan menjatuhkan sasarannya dan menguntungkan pelakunya. Meski demikian, cara itu bisa menjadi bumerang karena masyarakat justru akan bersimpati terhadap korban kampanye hitam.

Adapun kampanye negatif adalah berkampanye yang dilakukan secara terang-terangan oleh pihak lain untuk mengoreksi lawan politiknya. Sifat dari kampanye negatif lebih untuk meningkatkan legitimasi pada calon dan saling membangun. "Kita berharap pelaku politik ini lebih cerdas lagi mengedepankan calonnya. Bukan menjatuhkan dengan cara tidak fair," katanya.

Sebagaimana diberitakan , pada Selasa (8/5/2012) ditemukan kupon sembako gratis palsu yang mengatasnamakan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Puluhan warga kemudian mendatangi kediaman pribadi Fauzi Bowo di Jalan Teuku Umar Nomor 24, Menteng, Jakarta Pusat, dengan membawa kupon palsu yang disebarkan oleh dua orang berbaju safari hitam.

Sebelumnya juga beredar selebaran yang menyatakan anti-Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan Basuki Tjahaya Purnama. Serta anti-Alex Noerdin yang berpasangan dengan Nono Sampono dalam bursa Pilgub DKI 2012-2017.

Senin, 07 Mei 2012

Penegakan Hukum Lemah, Biang Semrawutnya Jakarta
 
 Pekerja komuter menembus kemacetan di ruas Jalan Daan Mogot, Pesing, Jakarta Barat, Kamis (19/4/2012). Setiap harinya, 2-3 juta warga sekitar Jakarta berjuang menembus macet untuk mencapai tempat kerja mereka di Jakarta.
JAKARTA - Kondisi semrawutnya kota Jakarta saat ini disebabkan oleh lemahnya sistem penegakan hukum yang ada. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menginginkan adanya penyempurnaan peraturan dan peningkatan kualitas petugas keamanan.
"Masih banyak peraturan yang harus disempurnakan. Kualitas petugas keamanan juga belum mumpuni. Masalah penegakan hukum ini merupakan salah satu kelemahan kami," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balai Kota, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Selama ini, lanjutnya, pemberian sanksi pada warga yang melanggar peraturan belum dapat dilaksanakan secara konsekuen. Karena tidak ada aturan untuk menindak warga langsung di tempat.
"Hukum itu memang harus ditegakkan dan sanksi harus dijalankan. Tapi memang agak complicated untuk memberikan sanksinya," ungkapnya.
Foke mencontohkan operasi yustisi, yang terbukti bukan penduduk DKI baru dapat dikenai sanksi setelah ada keputusan pengadilan. Jadi tidak bisa dilakukan di tempat itu juga. Menurut Foke, penegakan hukum di negara lain seperti Singapura dapat berjalan dengan baik karena warga yang melanggar dapat langsung dikenai sanksi berupa denda.
"Kalau di negara lain, law enforcement bisa berjalan dengan tegas karena bisa langsung. Penegakan hukum itu kan harus tegas," katanya.

Minggu, 06 Mei 2012

Gelap, Luar Komplek Rumah Jabatan DPR Jadi Tempat Pacaran
 ILUSTRASI
JAKARTA - Ada yang berbeda ketika melintasi jalan sebelah luar tembok pagar bagian selatan rumah jabatan anggota DPR. Kondisi jalan dengan penerangan terbatas menyebabkan sisi kanan dan kiri jalan menjadi gelap.
Hal tersebut dimanfaatkan oleh pasangan muda mudi yang sedang dimabuk asmara.  satu per satu pasangan muda mudi mulai berlalu-lalang dan berhenti di titik-titik gelap sepanjang jalan penghubung stasiun Duren Kalibata dengan kampus Stekpi tersebut.
Kondisi "pacaran berjamaah" menjadi pemandangan bagi para pengendara kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut. Dede, seorang pedagang kaki lima di lokasi yang tak jauh dari tempat tersebut mengungkapkan, setiap malam, lokasi tersebut memang ramai dikunjungi pasangan pria dan wanita.
"Biasanya pacaran, tapi nggak tau deh pacarannya ngapain," .
Dede yang sudah berdagang di lokasi tersebut selama 20 tahun juga mengungkapkan beberapa kali pernah diadakan razia, baik oleh ormas maupun petugas. Namun sayangnya, aksi razia tersebut masih belum bisa memberikan efek jera bagi para pasangan muda mudi di sana.
"Kemarin malem aja ada razia dari gerombolan orang pake sorban. Terus yang di sini pada kabur pake motor sendiri-sendiri," tambah Dede.
Dede juga menyampaikan, walau sudah bukan hal yang aneh lagi di tempat tersebut, dia tidak tahu apa saja yang dilakukan pasangan muda mudi yang memilih berpacaran di lokasi gelap tersebut. "Biasanya kalo ada warga yang protes, mereka bakal protes ke satpol PP," ujar Dede.

Sabtu, 05 Mei 2012

Djakarta Tempo Doeloe di Passer Koeningan
 Pasar Festival di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan
JAKARTA — Setelah sempat direnovasi selama lebih kurang dua bulan, area foodcourt Pasar Festival, Kuningan, yang menjadi salah satu jantung kuliner di Jakarta Selatan, kini telah beroperasi kembali. Dibuka lagi pada Rabu (2/5/2012) lalu, area foodcourt tersebut kini telah berganti baju dengan konsep Passer Koeningan.
Terletak di jantung Jalan HR Rasuna Said, tepatnya di lantai dasar Plaza Festival, Passer Koeningan mengemas suasana dengan konsep nostalgia "Djakarta Tempo Doeloe". Di area foodcourt, para pengunjung akan dibawa ke suasana tempat makan yang tidak biasa, terlebih jika dibandingkan dengan lokasi tempat Passer Koeningan berada, yang penuh dengan bangunan dengan konsep modern di Jakarta.
Candy Sutedi, Media and Promotion Manager Passer Koeningan, mengatakan, ada lebih dari 45 pilihan tenant, baik yang tradisional maupun yang sudah dikenal. "Dengan ambience old Jakarta dan suguhan aneka masakan cita rasa Nusantara dan Asia, kehadiran Passer Koeningan memang bertujuan menyajikan sesuatu yang berbeda," kata Candy Sutedi.
Passer Koeningan sendiri memiliki kapasitas tempat duduk 500 orang, baik di dalam ruangan maupun konsep outdoor seating. Area yang dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas wi-fi.

Jumat, 04 Mei 2012

Polisi Militer Kejar Korban "Koboy Palmerah" ke Kebayoran Baru
Peristiwa umbar tembakan oleh pengendara sepeda motor Toyota Avanza dengan plat milik TNI AD nomor 1394-00 terekam video yang kemudian diunggah ke Youtube, Selasa (1/5/2012) siang. Peristiwa umbar tembakan itu sendiri terjadi pada Senin (30/4/2012) pukul 14.00 WIB.

JAKARTA — SSP (25), korban aksi umbar tembakan "Koboy Palmerah", dicari-cari Polisi Militer Kodam Jaya hingga ke rumahnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat itu, tiga anggota Polisi Militer yang datang hanya sempat berpapasan dengan SSP dan belum bertemu dengan pemuda lulusan Australia.
Seorang kerabat dekat keluarga SSP, Warsono (50), menuturkan bahwa pada Rabu (2/5/2012) lalu, dirinya diminta aparat Polisi Militer untuk menunjukkan rumah SSP. "Waktu itu saya dipanggil sama pengamanan di kompleks itu, katanya ada yang penting. Saat saya datang, ada tiga orang pria yang ternyata Polisi Militer, tapi tidak berpakaian seragam," papar Warsono, Jumat (4/5/2012), saat dijumpai di kawasan Tomang, Jakarta Barat.
Ia menuturkan, saat itu dirinya diminta ikut ketiga anggota itu untuk menunjukkan jalan sampai ke rumah SSP. "Saya juga enggak bisa langsung menemukan anggota ini dengan SSP. Soalnya, saya harus pastikan ini berbahaya atau tidak," imbuh Warsono.
Ketiga anggota yang menaiki Suzuki Aerio itu, lanjutnya, tidak berhasil bertemu dengan SSP. Pasalnya, saat mereka tiba di lokasi, SSP baru saja keluar dengan mobilnya. "Enggak ketemu. Karena pas datang, papasan dengan mobil TNI. Saya ingat mukanya, dia pakai mobil keluar," imbuh Warsono.
Ketiga Polisi Militer itu juga tidak menyadari bahwa mobil yang baru saja berpapasan tadi adalah SSP. "Akhirnya, saya tunjuk aja itu rumah SSP, setelah itu anggota TNI tersebut saya tinggal," tandasnya.
Warsono mengaku tak mengetahui keberadaan SSP saat ini. Namun, Warsono yang sempat bekerja dengan bibi dari SSP selama belasan tahun itu mengenang bahwa SSP sosok anak baik. "Hanya saja, saya belum tahu cerita kronologi yang sebenarnya dari dia bagaimana. Yang saya tahu hanya dari video," tandas Warsono.
Diberitakan sebelumnya, SSP menjadi korban aksi umbar tembakan aparat TNI AD bernama Kapten MA pada Senin (30/4/2012) siang di depan kantor Kompas TV, Jalan Tentara Pelajar, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden itu direkam oleh warga sekitar.
Video berdurasi 2 menit dengan judul " Koboy Palmerah" itu kemudian diunggah oleh akun bernama Unplugged The TV pada Selasa (1/5/2012) sekitar pukul 13.00.
Video tersebut dimulai dengan aksi Kapten MA yang tengah mengintimidasi SSP. Tak lama kemudian, terdengar suara tembakan dari senjata yang dipegang Kapten MA. Saat itu, Kapten MA berdiri di belakang mobil Toyota Avanza berpelat nomor 1394-00 warna hijau milik TNI AD.
Ia terlihat emosional dan mulai menghardik SSP yang berkaus biru dan masih menggunakan helm putih berdiri di depan sepeda motor miliknya. Kapten MA juga menenteng senjata mirip senjata api jenis FN dan sebuah tongkat besi. Ia berkali-kali menghardik SSP sambil memukulinya dengan tangan ataupun senjata yang digenggamnya ke arah kepala dan paha SSP.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Andri, perselisihan di antara keduanya terjadi karena pengendara sepeda motor merasa dipepet oleh mobil yang dikendarai MA. "Kejadiannya sekitar 20 menit karena berhasil dilerai sama Polisi Militer yang datang berseragam dan pakai mobil warna putih. Si penembak juga langsung dibawa Polisi Militer," kata Andri.

Kamis, 03 Mei 2012

Anggota TNI Cari-cari Korban "Koboy Palmerah"
Seorang lelaki berbaju putih menenteng pistol saat berseteru dengan seorang pengendara sepeda motor (mengenakan helm) di Jl Tentara Pelajar, Jakarta Pusat, Senin (30/4/2012), persis di samping studio Kompas TV. 
JAKARTA — Tiga hari setelah peristiwa aksi umbar tembakan "Koboy Palmerah" terjadi, Soeng Simon Priadi (25), yang menjadi korban dalam peristiwa itu, rupanya dicari-cari aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ada dua kelompok pria yang datang ke rumah keluarga Simon pada Rabu (2/5/2012).
Demikian diungkapkan Mamat, salah seorang pekerja di rumah keluarga Soeng di kawasan Tomang, Jakarta Barat, Kamis (3/5/2012) siang. "Kemarin juga ada yang cari-cari mas Simon dari tentara," ucap Mamat.
Mamat menjelaskan, tentara yang datang ke rumah itu ada dua kelompok. Yang pertama datang di pagi hari dan kedua siang hari. "Waktu itu di rumah tidak ada orang, hanya saya, pembantu, dan Pak Soeng," tutur Mamat.
Kelompok tentara yang datang di pagi hari, katanya, terdiri dari tiga orang. Dua pria di antaranya memakai pakaian dinas polisi militer dan satu orang lagi mengenakan pakaian preman. Mereka datang menggunakan satu buah mobil Kijang warna merah sekitar pukul 09.00 WIB.
"Mereka cari-cari Mas Simon, katanya untuk jadi saksi," ujar Mamat.
Sementara kelompok kedua yang datang, lanjutnya, terdiri dari 3-4 orang pria berbadan tegap dan berambut cepak juga mencari Simon. Mereka datang menggunakan sebuah sedan putih pada pukul 12.00 WIB.
"Tapi yang kedua tidak pakai baju dinas. Mereka minta KTP pembantu, tapi enggak dikasih karena KTP pembantu kan ada di majikannya. Sepertinya masih satu kelompok dengan yang sebelumnya," ujar Mamat.
Pada Kamis pagi ini, Mamat juga sempat ditanyai oleh seorang pria yang bertanya tentang keberadaan Simon. Namun, orang itu berlalu begitu saja saat Mamat menjelaskan bahwa Simon tidak ada di rumah. Dikatakan, pria yang sudah lama kenal dengan keluarga Soeng ini, semenjak dirinya bekerja sekitar delapan hari lalu, tidak pernah sekali pun dia melihat Simon.
"Saya kenal dengan tantenya Simon, tapi dengan Simon sendiri enggak pernah ketemu. Dia enggak ada di sini sejak saya kerja," katanya.
Wakil Sekretaris RT setempat, Suparmin, mengungkapkan bahwa Simon sebenarnya tidak tinggal di kompleks itu. Sudah belasan tahun lalu, Simon bersama ibunya, Soeng Monika, pindah ke kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"KTP-nya Simon dan ibunya memang di sini. Tapi mereka sudah lama pindah ke Kebayoran Baru sejak lama, saya sudah enggak pernah ketemu lagi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Simon menjadi korban aksi umbar tembakan aparat TNI AD bernama Kapten MA pada Senin (30/4/2012) siang di depan kantor Kompas TV, Jalan Tentara Pelajar, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden itu direkam oleh warga sekitar. Video berdurasi 2 menit dengan judul "Koboy Palmerah" itu kemudian diunggah oleh akun bernama Unplugged The TV pada Selasa (1/5/2012) sekitar pukul 13.00.
Video tersebut dimulai dengan aksi Kapten MA yang tengah mengintimidasi Simon. Tak lama kemudian, terdengar suara tembakan dari senjata yang dipegang Kapten MA. Saat itu, Kapten MA berdiri di belakang mobil Toyota Avanza berpelat nomor 1394-00 warna hijau dof milik TNI AD. Ia terlihat emosional dan mulai menghardik Simon yang berkaus biru dan masih menggunakan helm putih berdiri di depan sepeda motor miliknya.
Kapten MA juga menenteng senjata mirip senjata api jenis FN dan sebuah tongkat besi. Ia berkali-kali menghardik Simon sambil memukulinya dengan tangan ataupun senjata yang digenggamnya ke arah kepala dan paha Simon.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Andri, perselisihan antara keduanya terjadi karena pengendara sepeda motor merasa dipepet oleh mobil yang dikendarai MA. "Kejadiannya sekitar 20 menit karena berhasil dilerai sama polisi militer yang datang berseragam dan pakai mobil warna putih. Si penembak juga langsung dibawa polisi militer," kata Andri.

Selasa, 01 Mei 2012

Dishub Apresiasi Penerapan Sistem Contra Flow
 Mobil dari arah Cawang menuju Semanggi memakai jalur tol dalam kota arah Semanggi menuju Cawang, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (1/5/2012). Hari ini Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan sistem lawan arus di tol dalam kota untuk mempercepat waktu tempuh. Pada setiap hari kerja mulai pukul 06.00 hingga 10.00, satu dari tiga jalur di tol arah Semanggi menuju Cawang akan dipakai untuk arus kendaraan yang datang berlawanan, yaitu dari Cawang menuju Semanggi.

JAKARTA,  - Penerapan sistem lawan arus atau contraflow yang mulai diterapkan hari ini, Selasa (1/5/2012), di jalur tol dalam kota Cawang-Slipi dinilai optimal menekan kemacetan pada pagi hari.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengungkapkan bahwa uji coba sistem ini dirasa bagus. Karena itu, pihaknya mendukung penerapan sistem rekayasa lalu lintas di tol dalam kota ini.
"Saya rasa itu langkah yang bagus, saya mendukung," kata Pristono, di Jakarta, Selasa (1/5/2012).
Menurut dia, ide rekayasa lalu lintas dengan mengubah arus ini diambil oleh PT Jasa Marga bersama Polda Metro Jaya untuk mengurangi kepadatan di tol dalam kota Cawang-Tomang yang tak seimbang dari sisi timur ke barat dan barat ke timur.
"Kalau pagi hari, kendaraan dari jalan tol dari sisi timur ke barat lebih banyak ketimbang di sisi lainnya," kata Pristono.
Dalam penerapan sistem ini, sisi jalan tol dari barat ke timur yang digunakan sebagai contra flow akan dibatasi dengan traffic cone dan tali pemisah arus lalu lintas. Petugas kepolisian juga diturunkan untuk mengatur arus dan mengamankan pelaksanaan sistem ini.
Sebelumnya diberitakan, uji coba sistem lawan arus tol dalam kota Cawang-Slipi bisa mengurai kemacetan di tol Tegal Parang. Namun, jalan arteri di sepanjang jalur tol, yakni Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono masih saja padat merayap. Padahal penerapan sistem lawan arus ini seharusnya mampu juga berdampak pada kelancaran lalu lintas di jalan arteri.

Jumat, 27 April 2012

Foke: Kehadiran MRT Akan Jadi Gaya Hidup Warga Jakarta
 
 Wujud Mass Rapid Transit (MRT) Singapura saat berhenti di Stasiun Clementi.
JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan bahwa keberadaan Mass Rapid Transit (MRT) pada 2016 mendatang akan mampu menciptakan gaya hidup baru bagi warga Jakarta.

Diharapkan beban kendaraan di jalan akan semakin berkurang dan masyarakat mau berpindah ke angkutan massal. "Dengan MRT dan sejumlah proyek yang telah direalisasikan, wajah transportasi Jakarta akan mengalami perubahan signifikan di masa mendatang. Begitu pula dengan pola dan gaya hidup masyarakat," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Ia menjelaskan bahwa pada tahun pertama operasi nanti, tiap rangkaian kereta MRT Jakarta terdiri dari enam gerbong dengan kapasitas tiap gerbong mampu mengangkut sekitar 250 penumpang. Targetnya kapasitas angkut MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Bundaran HI mampu mencapai sekitar 420.000 penumpang per hari.

"Bus kota tidak mampu mengangkut sebanyak itu dalam per hari. Apalagi bajaj. Cuma kereta yang bisa. Ini sebabnya saya sekali lagi dapat bernapas lega, karena proyek transportasi berbasis rel ini mulai berjalan," jelas Foke.

Menurutnya, jika MRT ini dapat berjalan baik dan berhasil mengangkut penumpang sesuai target bahkan melebihi maka kemungkinan busway yang memiliki jalur sama dengan MRT akan dialihkan untuk memperkuat akses dari daerah penyangga ke Jakarta.

"Progres memang tidak bisa cepat tapi apa yang dilakukan hari ini dapat menjadi motivasi untuk mempercepatnya. Nanti akan disediakan juga jalur pejalan kaki yang memadai dan jalur sepeda," ujarnya.

"Warga juga perlahan mulai dapat pelan-pelan mengganti pola gaya hidupnya dengan membiasakan diri naik angkutan umum dan menjaga interaksi sosial yang baik antar warga," tandasnya.

Kamis, 26 April 2012

Foke Resmikan Pencanangan Persiapan Pembangunan MRT
 Direktur Teknik PT MRT Rachmadi menjelaskan perkembangan proyek MRT di Kantor Redaksi Kompas, Jakarta, Kamis (19/4/2012).
JAKARTA - Kamis (26/4/2012) sore ini, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meresmikan pencanangan pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Tahap I koridor Selatan-Utara sepanjang 15,7 km dari Lebak Bulus-Bundaran HI.
"Dengan pencanangan ini saya bisa bernafas lega dan kami membuktikan bahwa kami serius dan benar berniat untuk membuatnya. We really meant it," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, saat memberikan sambutan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Pekerjaan persiapan yang langsung bisa dimulai antara lain Pemindahan Terminal Angkutan Umum Lebak Bulus, pemindahan Stadion Olahraga Lebak Bulus, pemindahan ultilitas, pelebaran Jalan Fatmawati, dan pembangunan kantor proyek.
"Kehadiran proyek ini akan memberikan rasa optimis kepada warga Jakarta terhadap penyelesaian beban transportasi di Ibu Kota Negara ini," ujar Foke.
Ia mengatakan, kapasitas daya angkut untuk MRT ini diperkirakan sekitar 420.000 penumpang per hari. Sehingga masyarakat dapat merasakan transportasi massal yang aman dan nyaman. Pembangunan fisik yang nantinya akan dibangun oleh PT MRT Jakarta dimulai awal 2013 nanti dan ditargetkan beroperasi sekitar awal 2016 nanti.
Untuk koridor tahap I (Lebak Bulus-Bundaran HI) ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 17 triliun. Proyek ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah melalui pinjaman luar negeri Jepang, yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan bentuk kerja sama Government to Government dalam bentuk Special Term for Economic Partnership (STEP loan) dengan bunga pinjaman rendah di bawah satu persen.
"Insya Allah, tidak ada kendala yang berarti di kemudian hari, karena persiapannya betul-betul sudah matang. Setelah segala sesuatunya betul-betul siap, baru Pemprov yakin untuk me-launchingnya secara resmi ke masyarakat," kata Fauzi Bowo.

Rabu, 25 April 2012

Jakarta Kini Punya 110 Motor Pemadam Kebakaran
 Ilustrasi: Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar pusat perbelanjaan Ramayana di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
JAKARTA - Musibah kebakaran di Jakarta kerap menimpa permukiman padat penduduk dengan gang sempit sehingga sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Untuk itu, sebanyak 110 fire motor atau sepeda motor pemadam kebakaran didistribusikan ke lima wilayah Jakarta oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta.
Kepala Dinas Damkar PB DKI, Paimin Napitupulu, mengungkapkan, kendala para petugas pemadam kebakaran saat harus menjinakkan api adalah titik kebakaran yang berada di gang sempit dan sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam yang cukup besar.
"Motor lebih ideal dibandingkan helikopter penyiram air, helikopter harganya sangat mahal dan tidak efektif karena daya sebar air dari udara tidak fokus," kata Paimin, di Jakarta, Rabu (25/4/2012).
Untuk mengoptimalkan daya gunanya, motor pemadam ini dilengkapi 20 jenis alat pendukung pemadam api. Antara lain adalah pompa portable, motor roda tiga, tangki air/foam 20 liter, selang gulung 2,5 inchi X 20 meter, satu buah hose reel 20 meter, dua buah selang penghisap 3,5 inci x 3 meter dengan tekanan kerja 10 bar, satu buah nozzle atau pipa pemancar 2,5 inch type jet/spray, satu buah foam induktor, satu buah saringan hisap kuningan, dua kampak personel, satu fire helmet, satu stel fireman suit dan satu alat pengeras suara atau megaphone.
Motor pemadam yang menelan biaya Rp 23 miliar dari APBD DKI ini dibagikan ke kelurahan di lima wilayah Jakarta. Nantinya akan ditunjuk warga dari kelurahan tersebut untuk mengikuti pelatihan pemadam kebakaran dengan menggunakan motor ini. Sebanyak 220 warga yang ditunjuk oleh lurah penerima motor ini. Jadi satu kendaraan akan dioperasikan oleh dua orang.
Untuk distribusinya, Sudin Jakarta Utara mendapat 21 unit, Sudin Jakarta Pusat mendapat sebanyak 21 unit, Sudin Jakarta Barat mendapat 23 unit, Sudin Jakarta Selatan mendapat 23 unit, Sudin Jakarta Timur mendapat 21 unit, dan Sudin Kepulauan Seribu mendapat empat unit.

Selasa, 24 April 2012

WNA Diduga Bunuh Diri dari Lantai 26 Apartemen
 
ILUSTRASI
JAKARTA - Seorang perempuan warga negara asing tewas mengenaskan setelah terjatuh dari dari lantai 26 Tower 3 Apartemen Royal Park, Bendungan Hilir, Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012) sore.
Dugaan sementara, ia melakukan aksi bunuh diri. "Dia penghuni apartemen ini. Dari hasil CCTV dia lompat dari lantai 26," kata Komisaris Widarto, Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang di lokasi kejadian.
Belum diketahui motif sebenarnya dari perempuan berusia sekitar 30-an tahun bernama Yu Jin Qian itu melakukan aksi fatal. Dari rekaman CCTV, Yu yang berdiam di lantai 2 terlihat seorang diri menaiki tangga menuju lantai 26.
Belum diketahui motif korban melakukan aksi fatal itu. Dari Rafid, sekuruti apartemen, diperoleh informasi bahwa kejadian diperkirakan berlangsung sekitar jam 15.00 WIB.
Saat itu ia bersama rekan-rekannya sedang menonton TV di pos keamanan. "Tiba-tiba kedengaran bunyi keras seperti barang jatuh," tutur Rafid.
Lokasi jatuh Yu berada di samping tempat pembuangan sampah di antara jalur troli pengangkutan barang. Korban saat ini masih tergeletak di TKP dengan posisi tubuh terkelungkup.
Ia menggenakan baju berwarna gelap, celana jins biru, dan sepatu pink. Pihak kepolisian saat ini sedang mengumpulkan data dari beberapa saksi. Sementara itu tempat kejadian teah dikelilingi garis polisi.

Senin, 23 April 2012

Pengamen Ibu Kota Dukung Hidayat-Didik
 
Pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung PKS dan PAN, Hidayat Nur Wahid Dan Didik J Rachbini.
JAKARTA - Seniman pendiri Kelompok Penyanyi Jalanan atau KPJ yang memiliki jaringan pengamen di pelosok Ibu Kota, telah menentukan sikap politiknya, yakni memberikan dukungan kepada pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini pada Pilkada DKI Jakarta 2012.

Koordinator Relawan Hidayat, Dr Zulkieflimansyah di Jakarta, Senin (23/4/2012), menjelaskan pihaknya bersyukur karena pendukung Hidayat tidak hanya dari PKS.

"Tampilnya pasangan Hidayat-Didik jelas meningkatkan kualitas demokrasi di Jakarta karena juga memperluas partisipasi warga pinggiran," katanya.

Menurut Anto Baret, Jakarta butuh pemimpin jujur dan berani, dan tidak tergantung tekanan para pemodal atau preman.

"Sifat itu ada pada Hidayat Nur Wahid, tokoh muda yang telah terbukti mampu memimpin sebagai Ketua MPR. MPR yang melantik Presiden, kan?" kata Anto spontan di tengah kemeriahan acara Tasyakur Relawan Hidayat di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta, Minggu (22/4/2012) malam.

Anto tampil bersama band KPJ senior menyanyikan lagu "Negeri Linglung" dan "Banjir Lumpur", khusus sebagai hadiah ulang tahun Hidayat Nur Wahid 8 April 1960 dan pencalonannya sebagai Gubernur DKI  untuk periode 2012-2017.

"Sebenarnya ada kandidat lain yang pernah datang mau mampir ke sini, tapi saya lebih sreg dengan Hidayat. Sejak dulu dia dukung eksistensi seniman jalanan," kata Anto yang mengubah lokasi pembuangan sampah 30 tahun lalu, jadi pusat kreasi dan wirausaha kaum pinggiran.

Selain Anto KPJ, tampil juga Mang Ane dan grup Mandi Lima Kali yang berbasis di Kalimalang.

Grup pengamen jalanan itu berduet bersama Jhon Dayat, penggubah lagu "Ayo Beresin Jakarta" yang semakin populer di media sosial Youtube.

"Saya gubah lagu khusus untuk Bang Hidayat, karena dia cocok, jujur pantang khianat, susah senang bersama rakyat. Rumah Hidayat kemarin kebanjiran. Coba, mana ada Cagub lain yang pernah merasakan derita rakyat kebanjiran?" kata Jhon, seniman penyanyi penerus gaya Gombloh.

Mang Ane dan kaum pengamen Ibu Kota siap memopulerkan lagu "Ayo Beresin Jakarta" ke gang-gang dan angkutan kota.

"Tapi, kami berusaha santun dan tidak memaksa. Kami berkarya, bukan mengemis atau merampok. Itu yang kami lihat dari sosok Hidayat," kata Mang Ane yang pernah mendapat penghargaan karena sukses membina anak-anak jalanan di sekitar Banjir Kanal Timur, agar beralih profesi menjadi seniman produktif.

Menurut Zulkieflimansyah, pendukung Hidayat datang dari beragam lapisan. Antara lain Jaringan Silaturahim Sahabat Pendekar (Tanah Abang), Himpunan Masyarakat Cakung, Kampung Petugas Pemungut Sampah (Setiabudi), Tokoh Karang Taruna Koja, Korlap FPI Cilincing-Tanjung Priuk, Klub Sepeda Ontel Oranye (Kemayoran), pengurus RT di Jelambar, dan kampung kumuh di Grogol Petampuran. Kemudian, The Jak Mania, Klub Sepakbola Joglo.

"Laskar Orange dari kalangan muda sampai Paguyuban Mantan Bandar Togel yang Tobat di Mampang serta Perhimpunan Mantan Orang Gila yang sudah waras ikut gabung. Mereka komunitas yg berserakan dan terpinggirkan. Sekarang menginginkan perubahan," kata Parasto, koordinator penggalangan komunitas marjinal.

Ia mengatakan, pendukung Hidayat juga dari PAN karena simpati dengan Didik Rachbini, termasuk warga non-partai yang selama ini apolitis atau Golput.

"Di samping itu, PKS juga semakin solid. Tokoh senior semisal Suripto dan Abu Ridha bisa berbaur dengan mantan Ketua BEM dan para aktivis yang kini jadi eksekutif dan profesional muda," demikian Zulkieflimansyah.