Rabu, 25 April 2012

Jakarta Kini Punya 110 Motor Pemadam Kebakaran
 Ilustrasi: Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar pusat perbelanjaan Ramayana di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
JAKARTA - Musibah kebakaran di Jakarta kerap menimpa permukiman padat penduduk dengan gang sempit sehingga sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Untuk itu, sebanyak 110 fire motor atau sepeda motor pemadam kebakaran didistribusikan ke lima wilayah Jakarta oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta.
Kepala Dinas Damkar PB DKI, Paimin Napitupulu, mengungkapkan, kendala para petugas pemadam kebakaran saat harus menjinakkan api adalah titik kebakaran yang berada di gang sempit dan sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam yang cukup besar.
"Motor lebih ideal dibandingkan helikopter penyiram air, helikopter harganya sangat mahal dan tidak efektif karena daya sebar air dari udara tidak fokus," kata Paimin, di Jakarta, Rabu (25/4/2012).
Untuk mengoptimalkan daya gunanya, motor pemadam ini dilengkapi 20 jenis alat pendukung pemadam api. Antara lain adalah pompa portable, motor roda tiga, tangki air/foam 20 liter, selang gulung 2,5 inchi X 20 meter, satu buah hose reel 20 meter, dua buah selang penghisap 3,5 inci x 3 meter dengan tekanan kerja 10 bar, satu buah nozzle atau pipa pemancar 2,5 inch type jet/spray, satu buah foam induktor, satu buah saringan hisap kuningan, dua kampak personel, satu fire helmet, satu stel fireman suit dan satu alat pengeras suara atau megaphone.
Motor pemadam yang menelan biaya Rp 23 miliar dari APBD DKI ini dibagikan ke kelurahan di lima wilayah Jakarta. Nantinya akan ditunjuk warga dari kelurahan tersebut untuk mengikuti pelatihan pemadam kebakaran dengan menggunakan motor ini. Sebanyak 220 warga yang ditunjuk oleh lurah penerima motor ini. Jadi satu kendaraan akan dioperasikan oleh dua orang.
Untuk distribusinya, Sudin Jakarta Utara mendapat 21 unit, Sudin Jakarta Pusat mendapat sebanyak 21 unit, Sudin Jakarta Barat mendapat 23 unit, Sudin Jakarta Selatan mendapat 23 unit, Sudin Jakarta Timur mendapat 21 unit, dan Sudin Kepulauan Seribu mendapat empat unit.

Selasa, 24 April 2012

WNA Diduga Bunuh Diri dari Lantai 26 Apartemen
 
ILUSTRASI
JAKARTA - Seorang perempuan warga negara asing tewas mengenaskan setelah terjatuh dari dari lantai 26 Tower 3 Apartemen Royal Park, Bendungan Hilir, Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012) sore.
Dugaan sementara, ia melakukan aksi bunuh diri. "Dia penghuni apartemen ini. Dari hasil CCTV dia lompat dari lantai 26," kata Komisaris Widarto, Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang di lokasi kejadian.
Belum diketahui motif sebenarnya dari perempuan berusia sekitar 30-an tahun bernama Yu Jin Qian itu melakukan aksi fatal. Dari rekaman CCTV, Yu yang berdiam di lantai 2 terlihat seorang diri menaiki tangga menuju lantai 26.
Belum diketahui motif korban melakukan aksi fatal itu. Dari Rafid, sekuruti apartemen, diperoleh informasi bahwa kejadian diperkirakan berlangsung sekitar jam 15.00 WIB.
Saat itu ia bersama rekan-rekannya sedang menonton TV di pos keamanan. "Tiba-tiba kedengaran bunyi keras seperti barang jatuh," tutur Rafid.
Lokasi jatuh Yu berada di samping tempat pembuangan sampah di antara jalur troli pengangkutan barang. Korban saat ini masih tergeletak di TKP dengan posisi tubuh terkelungkup.
Ia menggenakan baju berwarna gelap, celana jins biru, dan sepatu pink. Pihak kepolisian saat ini sedang mengumpulkan data dari beberapa saksi. Sementara itu tempat kejadian teah dikelilingi garis polisi.

Senin, 23 April 2012

Pengamen Ibu Kota Dukung Hidayat-Didik
 
Pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung PKS dan PAN, Hidayat Nur Wahid Dan Didik J Rachbini.
JAKARTA - Seniman pendiri Kelompok Penyanyi Jalanan atau KPJ yang memiliki jaringan pengamen di pelosok Ibu Kota, telah menentukan sikap politiknya, yakni memberikan dukungan kepada pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini pada Pilkada DKI Jakarta 2012.

Koordinator Relawan Hidayat, Dr Zulkieflimansyah di Jakarta, Senin (23/4/2012), menjelaskan pihaknya bersyukur karena pendukung Hidayat tidak hanya dari PKS.

"Tampilnya pasangan Hidayat-Didik jelas meningkatkan kualitas demokrasi di Jakarta karena juga memperluas partisipasi warga pinggiran," katanya.

Menurut Anto Baret, Jakarta butuh pemimpin jujur dan berani, dan tidak tergantung tekanan para pemodal atau preman.

"Sifat itu ada pada Hidayat Nur Wahid, tokoh muda yang telah terbukti mampu memimpin sebagai Ketua MPR. MPR yang melantik Presiden, kan?" kata Anto spontan di tengah kemeriahan acara Tasyakur Relawan Hidayat di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta, Minggu (22/4/2012) malam.

Anto tampil bersama band KPJ senior menyanyikan lagu "Negeri Linglung" dan "Banjir Lumpur", khusus sebagai hadiah ulang tahun Hidayat Nur Wahid 8 April 1960 dan pencalonannya sebagai Gubernur DKI  untuk periode 2012-2017.

"Sebenarnya ada kandidat lain yang pernah datang mau mampir ke sini, tapi saya lebih sreg dengan Hidayat. Sejak dulu dia dukung eksistensi seniman jalanan," kata Anto yang mengubah lokasi pembuangan sampah 30 tahun lalu, jadi pusat kreasi dan wirausaha kaum pinggiran.

Selain Anto KPJ, tampil juga Mang Ane dan grup Mandi Lima Kali yang berbasis di Kalimalang.

Grup pengamen jalanan itu berduet bersama Jhon Dayat, penggubah lagu "Ayo Beresin Jakarta" yang semakin populer di media sosial Youtube.

"Saya gubah lagu khusus untuk Bang Hidayat, karena dia cocok, jujur pantang khianat, susah senang bersama rakyat. Rumah Hidayat kemarin kebanjiran. Coba, mana ada Cagub lain yang pernah merasakan derita rakyat kebanjiran?" kata Jhon, seniman penyanyi penerus gaya Gombloh.

Mang Ane dan kaum pengamen Ibu Kota siap memopulerkan lagu "Ayo Beresin Jakarta" ke gang-gang dan angkutan kota.

"Tapi, kami berusaha santun dan tidak memaksa. Kami berkarya, bukan mengemis atau merampok. Itu yang kami lihat dari sosok Hidayat," kata Mang Ane yang pernah mendapat penghargaan karena sukses membina anak-anak jalanan di sekitar Banjir Kanal Timur, agar beralih profesi menjadi seniman produktif.

Menurut Zulkieflimansyah, pendukung Hidayat datang dari beragam lapisan. Antara lain Jaringan Silaturahim Sahabat Pendekar (Tanah Abang), Himpunan Masyarakat Cakung, Kampung Petugas Pemungut Sampah (Setiabudi), Tokoh Karang Taruna Koja, Korlap FPI Cilincing-Tanjung Priuk, Klub Sepeda Ontel Oranye (Kemayoran), pengurus RT di Jelambar, dan kampung kumuh di Grogol Petampuran. Kemudian, The Jak Mania, Klub Sepakbola Joglo.

"Laskar Orange dari kalangan muda sampai Paguyuban Mantan Bandar Togel yang Tobat di Mampang serta Perhimpunan Mantan Orang Gila yang sudah waras ikut gabung. Mereka komunitas yg berserakan dan terpinggirkan. Sekarang menginginkan perubahan," kata Parasto, koordinator penggalangan komunitas marjinal.

Ia mengatakan, pendukung Hidayat juga dari PAN karena simpati dengan Didik Rachbini, termasuk warga non-partai yang selama ini apolitis atau Golput.

"Di samping itu, PKS juga semakin solid. Tokoh senior semisal Suripto dan Abu Ridha bisa berbaur dengan mantan Ketua BEM dan para aktivis yang kini jadi eksekutif dan profesional muda," demikian Zulkieflimansyah.